Website Bukan Soal Tampil, Tapi Menghasilkan
Banyak bisnis memiliki website, tetapi website mereka tidak menghasilkan leads atau penjualan. Alasannya sering kali adalah kesalahan fundamental dalam design atau strategy. Mari kita identifikasi 5 kesalahan paling umum dan cara memperbaikinya.
Kesalahan #1: Tidak Ada Clear Value Proposition
Pengunjung harus langsung tahu apa yang Anda tawarkan dan mengapa mereka harus memilih Anda, dalam waktu kurang dari 3 detik.
Masalahnya:
- Headline yang generic atau samar-samar ("Selamat Datang di Website Kami")
- Tidak jelas benefit apa yang didapatkan pelanggan
- Terlalu fokus pada fitur, bukan benefit
Solusinya:
- Buat headline yang spesifik dan benefit-driven (contoh: "Buat Website yang Menghasilkan Leads dalam 30 Hari")
- Jelaskan value proposition dalam 1-2 kalimat
- Fokus pada hasil, bukan features
Kesalahan #2: Call-to-Action (CTA) yang Tidak Jelas atau Terlalu Sedikit
Banyak website tidak memiliki CTA yang jelas atau CTA-nya tersembunyi di bagian yang tidak visible.
Masalahnya:
- Tidak ada CTA di hero section
- CTA button tidak menonjol (warna, ukuran, posisi)
- CTA copy yang generic ("Submit", "Click Here")
- Hanya 1 CTA di seluruh halaman
Solusinya:
- Tempatkan CTA primary di atas fold (visible tanpa scroll)
- Gunakan warna contrast yang menonjol
- Buat CTA copy yang action-oriented dan benefit-focused
- Tempatkan CTA di multiple locations (hero, setelah setiap section, footer)
Kesalahan #3: Website Lambat & Sulit Digunakan
Website yang lambat dan tidak user-friendly akan membuat pengunjung pergi sebelum melihat konten Anda.
Masalahnya:
- Website loading time > 3 detik
- Tidak responsive di mobile
- Navigation yang membingungkan
- Terlalu banyak pop-up atau iklan
Solusinya:
- Optimasi image dan video
- Gunakan caching dan CDN
- Test responsive design di berbagai device
- Simplify navigation dan clear hierarchy
- Batasi pop-ups dan hanya tampilkan yang relevan
Kesalahan #4: Tidak Ada Social Proof atau Testimonial
Calon pelanggan ingin tahu apakah bisnis Anda dipercaya oleh orang lain. Tanpa proof, mereka akan skeptis.
Masalahnya:
- Halaman kosong tanpa testimoni atau logo client
- Testimoni tidak spesifik atau tidak verifiable
- Tidak ada metric kesuksesan (jumlah client, project, rating)
Solusinya:
- Tambahkan section testimonial dengan nama, foto, dan perusahaan
- Tampilkan logo client yang dipercaya
- Share success metrics (misalnya: "Helpin 500+ bisnis grow")
- Tambahkan rating/review dari platform (Google, Trustpilot, dll)
Kesalahan #5: Tidak Ada Lead Capture Atau Conversion Tracking
Jika Anda tidak capture data pengunjung, Anda kehilangan opportunity untuk follow-up.
Masalahnya:
- Tidak ada form untuk capture email atau contact info
- Tidak ada tracking untuk mengetahui siapa yang visit website
- Tidak bisa follow-up dengan pengunjung yang interested
Solusinya:
- Tambahkan form untuk email list (newsletter, consultation, free audit)
- Setup Google Analytics dan conversion tracking
- Implementasi pixel (Facebook, Google) untuk retargeting
- Setup automation untuk follow-up email
Checklist: Apakah Website Anda Sudah Optimal?
- Clear value proposition visible di hero section
- Multiple dan prominent CTA buttons
- Website loading time < 3 detik
- Mobile-responsive design
- Testimonial dan social proof visible
- Lead capture form (email, phone)
- Analytics dan conversion tracking setup
- Clear navigation dan contact info
Kesimpulan
Website yang baik bukan hanya tentang design yang cantik, tetapi tentang conversion. Perbaiki kesalahan-kesalahan di atas dan Anda akan melihat improvement signifikan dalam leads dan penjualan dari website Anda.